Content of popup
Just_ACY_Logo Copy Created with Sketch.

EUR/USD Jadi Sorotan, Minyak Rawan Koreksi Lanjutan

By: ACY Securities - Indonesia -
2019-09-11 16:02:37

Outlook bearish Euro saat ini masih kuat mendominasi. Namun demikian, bukan berarti tak ada peluang di pair ataupun pasar aset lainnya, termasuk minyak yang menawarkan potensi sell.

Dalam 3 hari ke depan, aksi pasar forex akan bergejolak, begitu pula dengan volatilitas di pasar emas dan minyak yang akan ikut meningkat. Secara khusus, AUD/USD sudah melemah dari level tertingginya, sementara EUR/JPY masih menjadi pilihan menarik karena penurunan Yen versus mata uang mayor lainnya.

 

Euro Dan Dolar AS Dominasi Outlook Pasar Minggu Ini

Fokus pasar terhadap pair forex mayor terpusat pada aksi sell Euro jelang pertemuan ECB Kamis esok (12/September). EUR/USD kemungkinan besar akan berfluktuasi saat konferensi pers ECB, dengan proyeksi bearish kuat untuk EUR karena bank sentral Zona Euro diekspektasikan merilis paket stimulus baru atau mengaktifkan kembali program QE.

Analis ACY sendiri memilih untuk menargetkan eksekusi dari level 1.1080, dengan setup sebagai berikut:

Entry: Sell EUR/USD di 1.1080

Target: 1.0935 (+145 pips)

Stop Loss: 1.1170 (-pips)

 

Outlook Pair Mayor Secara Umum

Terlepas dari persiapan jelang pengumuman kebijakan ECB, pair mayor lain seperti AUD/USD juga menarik untuk diperhatikan. Pasangan mata uang ini kembali beringsut di bawah area 0.6850, karena USD masih banyak diincar pembeli yang optimis dengan rilis data inflasi Dolar AS.

Pair lain yang bisa dicek adalah USD/CAD, karena memperlihatkan peluang pemulihan secara teknikal. Lalu bagaimana dengan GBP/USD? Apakah pergerakannya akan stabil karena suspensi parlemen sudah mulai berlaku? Kemungkinan iya, tapi ACY masih memilih untuk mempertahankan Short pada pair tersebut, karena ketidakpastian masih membebani outlook GBP. Di sisi lain, USD/JPY masih bisa mempertahankan momentum upside dan berpeluang menguat hingga 108.

 

Apakah Reli Oil Sudah Usai?

Para trader minyak tampaknya akan menemui banyak volatilitas dalam pergerakan harga WTI, terutama karena rilis data persediaan minyak mentah malam ini (11/September). Dari pergerakan terbarunya, harga minyak sudah sedikit melemah di kisaran $58 dan bisa melanjutkan koreksinya saat rilis data penting nanti malam. Hal ini karena investor tampaknya akan melakukan aksi profit-taking atas posisi buy mereka beberapa hari yang lalu.

Situasi ini melahirkan proyeksi sell yang menjanjikan dari level tinggi baru, sebagaimana terlihat pada chart di bawah ini. ACY menyarankan untuk selalu memantau pergerakan turun yang disebabkan oleh aksi profit-taking investor.